Penyebab & Gejala, Pengobatan Kanker mata melanoma



Kayla Batiya - Kanker mata melanomaadalah kanker yang terjadi pada sel-sel melanosit mata yang berfungsi untuk memproduksi melanin. Melanin adalah pigmen yang menghasilkan warna pada kulit, rambut dan mata. Oleh karena itu melanoma juga dapat terjadi pada kulit.


Melanoma pada mata umumnya tumbuh di jaringan uvea mata, yang meliputi jaringan iris mata, badan siliaris, dan jaringan koroid. Seringkali kanker mata melanoma terjadi pada bagian mata yang tidak tampak ketika bercermin. Selain itu, kanker ini jarang menimbulkan gejala-gejala spesifik pada stadium awal. Kedua hal tersebut menyebabkan kanker mata melanoma sulit terdeteksi pada stadium awal, dan biasanya ditemukan tanpa sengaja pada saat pemeriksaan mata rutin. Namun pada saat jaringan kanker membesar, akan menyebabkan perubahan bentuk pada pupil, penglihatan kabur, dan penurunan kemampuan penglihatan.

Kanker mata melanoma dapat diobati dengan baik terutama jika masih dalam stadium awal dan berukuran kecil. Pengobatan kanker yang masih berukuran kecil jarang mengganggu kemampuan penglihatan pasien. Sebaliknya, jika kanker sudah berukuran besar, pengobatan yang diberikan dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan pasien.

Gejala Kanker Mata Melanoma

Sebagian besar melanoma pada mata tumbuh di bagian dalam mata yang cenderung tidak terlihat, sehingga sulit untuk terdeteksi. Kanker ini juga jarang menimbulkan gejala yang signifikan. Jika ada indikasi yang muncul, biasanya berupa:
  • Pandangan kabur atau kehilangan kemampuan penglihatan.
  • Perubahan bentuk pupil.
  • Pembengkakan pada salah satu mata
  • Muncul bintik hitam pada iris mata.
  • Rasa seperti melihat kilatan cahaya.
  • Terasa ada bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan.
  • Benjolan pada kelopak atau bola mata yang makin membesar.
Meskipun gejala-gejala ini dapat juga muncul bukan karena adanya kanker mata melanoma, namun apabila mengalami gejala-gejala tersebut, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA pada sel melanosit mata yang mengakibatkan pertumbuhan sel tidak terkendali. Jaringan melanoma yang mengalami pertumbuhan tidak terkontrol ini akan menyebabkan kerusakan jaringan mata yang sehat.

Melanoma dapat terjadi di berbagai bagian mata, baik di bagian depan mata seperti iris dan badan siliaris, maupun di bagian belakang atau tepatnya di jaringan koroid. Namun pada kasus yang jarang terjadi, kanker melanoma dapat tumbuh pada bagian paling depan mata, yaitu di bagian konjungtiva.

Mutasi genetik pada sel mata belum jelas penyebabnya, namun ada beberapa hal yang diduga bisa memicu terjadinya mutasi tersebut, di antaranya adalah:

  • Berkulit putih.
  • Paparan sinar matahari dan ultraviolet, termasuk seringnya menggunakan lampu ultraviolet (sunbed) untuk menggelapkan kulit (tanning). Namun hal ini belum dapat dibuktikan secara pasti.
  • Kelainan kulit turunan. Kulit yang memiliki kecenderungan membentuk tahi lalat yang abnormal di berbagai area kulit tubuh (dysplastic nevus syndrome), umumnya berisiko berkembang menjadi melanoma di mata dan kulit.
  • Nevus of Ota. Nevus of Ota atau oculodermal melanocytosis adalah kondisi dimana orang memiliki bercak kecoklatan pada bagian tengah mata (uvea) atau bagian antara bagian putih bola mata dan saraf mata. Orang yang memiliki Nevus of Ota dapat berisiko mengalami kanker mata melanoma.
  • Faktor usia. Risiko kanker mata akan meningkat seiring bertambahnya usia.
Warna mata. Orang yang memiliki warna mata terang (misanya biru, hijau, atau abu-abu) memiliki risiko kanker mata yang lebih tinggi.

Hingga saat ini, berbagai hal yang diduga menjadi faktor risiko seseorang mengalami kanker mata melanoma masih terus diteliti, terutama faktor lingkungan dan pekerjaan. Beberapa jenis pekerjaan yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker mata melanoma adalah:

  • Petani.
  • Tukang las.
  • Koki.
  • Nelayan.
  • Pekerja yang berhubungan dengan zat kimia.
  • Pekerja laundry.
Namun dalam hal pembuktian masih diperdebatkan, karena belum ada penilitian yang menyatakan hubungan langsung antara jenis-jenis pekerjaan tersebut dengan terjadinya kanker mata melanoma.

Diagnosis Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma seringkali bersifat asimtomatik (tanpa gejala) sehingga perlu dilakukan pemeriksaan mendetail untuk memastikan adanya kanker. Beberapa metode diagnosis yang dapat dilakukan untuk memastikan keberadaan kanker ini adalah:

  • Pemeriksaan mata. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengecek kondisi fisik mata dari bagian luar mata, pembuluh darah, dan bagian dalam mata. Pemeriksaan mata juga dapat dilakukan dengan menggunakan oftalmoskopi untuk melihat kondisi bagian dalam mata.
  • Angiografi Mata. Angiografi mata berfungsi untuk memetakan kondisi pembuluh darah di bagian mata. Sebelumnya, pasien akan disuntik zat kontras ke dalam pembuluh darah untuk memetakan pembuluh darah mata dan tumor dengan jelas dan akurat.
  • USG Mata. USG Mata berfungsi untuk memberikan gambaran kondisi bagian dalam mata dengan menggunakan gelombang suara. Alat USG akan ditempatkan pada bagian kelopak mata dengan kondisi mata tertutup.
  • Biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan mata untuk mendeteksi adanya sel kanker. Akan tetapi, biopsi tidak harus selalu dilakukan untuk mendiagnosis ada atau tidaknya kanker mata melanoma pada pasien, karena tindakan ini berisiko menimbulkan kerusakan pada mata.
  • Ocular Coherence Tomography (OCT). Metode ini dilakukan dengan cara mengambil gambar kondisi mata menggunakan gelombang cahaya.
Untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker, dokter juga dapat melakukan metode diagnosis pendukung seperti:

  • USG perut.
  • CT scan
  • Foto Rontgen dada.
  • Tes fungsi hati..
  • MRI.
Diagnosis juga perlu dilakukan untuk mengetahui ukuran kanker mata melanoma yang dapat diklasifkasikan sebagai berikut:

  • Kecil. Jika jaringan melanoma memiliki lebar 5-16 mm dan ketebalan sampai dengan 1-3 mm.
  • Sedang. Jika jaringan melanoma memiliki lebar tidak lebih dari 16 mm dengan ketebalan sekitar 3,1-8 mm.
  • Besar. Jika jaringan melanoma memiliki lebar lebih dari 16 mm atau ketebalan lebih dari 8 mm.
Kanker mata melanoma dapat dikategorikan sebagai kanker stadium lanjut jika sudah menyebar ke jaringan lainnya pada mata, atau kanker yang terjadi merupakan rekurensi (kekambuhan) dari kanker mata sebelumnya yang pernah terjadi. Penyebaran kanker mata melanoma umumnya terjadi pada jaringan di luar bola mata (ekstensi ekstraokular), seperti saraf optik. Rekurensi kanker mata juga dapat terjadi tidak hanya di mata, namun juga dapat terjadi di bagian tubuh lain seperti hati.

Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Jenis pengobatan yang akan dianjurkan oleh dokter ditentukan berdasarkan jenis kanker mata, ukuran tumor, dan tingkat penyebaran. Usia dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan juga berpengaruh besar dalam menentukan jenis pengobatan.

Tingkat kesembuhan pasien juga dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, serta apakah kanker mata melanoma sudah mengalami kekambuhan atau belum. Tingkat keganasan kanker juga memengaruhi kemungkinan kesembuhan pasien sehingga terkadang dokter perlu melakukan biopsi jaringan mata agar dapat mengetahui kondisi kanker.

Beberapa metode pengobatan kanker mata melanoma yang dapat dilakukan, antara lain:


  • Pembedahan. Melalui prosedur ini, dokter akan mengangkat jaringan melanoma pada mata. Pembedahan yang dilakukan bergantung kepada ukuran dan gejala kanker yang ditimbulkan. Jika kanker berukuran kecil, pembedahan yang dilakukan hanya mengangkat jaringan kanker tersebut dan sedikit jaringan sehat di sekeliling kanker. Pembedahan dapat berupa iridektomi atau koroidektomi. Khusus untuk kanker yang berukuran besar, pembedahan yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat seluruh bola mata (enukleasi). Pada bagian mata yang bola matanya sudah diangkat dapat ditanam bola mata palsu (prostetik) sebagai pengganti bola mata sebelumnya.
  • Terapi laser. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar berfrekuensi khusus. Salah satu contohnya adalah termoterapi yang mengobati kanker mata melanoma dengan menggunakan sinar inframerah. Terapi laser dapat dikombinasikan juga dengan pengobatan lain terutama radioterapi.
  • Radioterapi. Melalui radioterapi, dokter akan menembakkan sinar radiasi berenergi tinggi ke jaringan kanker. Radioterapi biasanya digunakan untuk kanker mata berukuran sedang. Sumber sinar radiasi dapat berasal dari pelat radiasi yang ditempel di mata (brakiterapi) untuk sementara atau dari mesin yang menembakkan sinar radiasi langsung ke mata (radiasi eksterna).
  • Krioterapi. Ini merupakan metode pengobatan kanker mata dengan cara membekukan jaringan kanker sehingga rusak dan mati.
  • Kemoterapi. Kemoterapi untuk mengobati kanker mata melanoma dilakukan dengan menggunakan obat-obatan guna membunuh sel kanker. Meski demikian, kemoterapi jarang digunakan untuk mengobati kanker mata.
Peluang penderita kanker mata melanoma untuk pulih bergantung kepada tingkat keganasan dan ukuran kanker. Jika kanker masih berukuran kecil atau sedang, 70-80 persen orang yang menderita masih dapat hidup sampai 5 tahun setelah terdiagnosis.

Komplikasi Kanker Mata Melanoma

Jika tidak ditangani dengan baik, kanker mata melanoma dapat menimbulkan komplikasi yang bebahaya bagi penderita seperti:

  • Kebutaan. Kanker mata melanoma, khususnya yang berukuran besar, dapat menyebabkan ablasi retina dan kebutaan. Namun, kanker yang berukuran kecil sekali pun juga dapat menyebabkan kebutaan jika terjadi pada bagian mata yang penting untuk penglihatan.
  • Peningkatan tekanan cairan pada mata (glaukoma). Glaukoma dapat terjadi jika kanker mata melanoma tumbuh dan mengakibatkan meningkatnya tekanan di dalam bota mata dan merusak saraf mata. Nyeri serta kemerahan pada mata merupakan gejala dari glaukoma. Glaukoma juga ditandai dengan penglihatan yang memburuk atau kabur.
  • Penyebaran kanker. Kanker mata melanoma yang tidak ditangani dapat menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang, paru-paru, dan otak.


Sumber Kayla Batiya : http://www.alodokter.com

0 Response to "Penyebab & Gejala, Pengobatan Kanker mata melanoma"

Posting Komentar